Tampilkan postingan dengan label seputar kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

9 Cara Merawat Kulit Saat Hamil



Saat hamil, kulit jadi meregang dan seperti retak-retak. Dengan merawat kesehatan dan kecantikan kulit, perubahan yang terjadi pada kulit saat hamil bisa diminimalkan. Perawatannya tidak sulit dan dapat dilakukan sendiri. Intip tipsnya di bawah ini:


1. Minum air putih minimal 8 gelas sehari.


2. Konsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, buah, vitamin, dan mineral.


3. Makan makanan yang mengandung protein karena protein dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel kulit.


4. Istirahat yang cukup, minimal enam sampai delapan jam per hari. Saat beristirahat itulah sel-sel kulit bekerja untuk memperbarui sel kulit lama yang sudah mati.


5. Olahraga. Wanita hamil dan ibu menyusui juga perlu berolahraga agar sirkulasi darah tetap terjaga. Olahraga yang dilakukan bisa berupa senam atau jalan santai.


6. Jaga kebersihan, terutama kebersihan kulit dan lingkungan sekitar.


7. Gunakan tabir surya untuk menghindari sinar matahari. Hal ini akan mengurangi topeng wajah. Usapkan tabir surya 30 menit sebelum keluar rumah dan oleskan tiga sampai empat jam sekali. Kalau gampang berkeringat, pemakaian tabir surya harus lebih sering, misalnya dua jam sekali.


8. Gunakan penutup fisik, seperti baju lengan panjang, topi, atau payung. Hal ini dapat membantu menahan efek sinar matahari yang buruk bagi kulit.


9. Gunakan pelembab pada daerah lipatan kulit, seperti perut, bokong, dan paha. Pelembab dapat juga diganti dengan minyak zaitun yang mengandung nutrisi bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.


Selasa, 30 Maret 2010

8 dari 10 Wanita Pilih "Liposuction" ketimbang Olahraga


Menurunkan berat badan bukan termasuk perkara gampang untuk sebagian besar perempuan. Diet akan membuat mereka menahan liur berbulan-bulan. Olahraga pun akan cukup menyiksa mereka. Hasilnya juga tak langsung terlihat.

Oleh karena itu, jangan heran bila 8 dari 10 perempuan memilih operasi plastik untuk menurunkan berat badan mereka ketimbang mengubah pola makan dan pola latihan. Demikian hasil survei www.goodsurgeonguide.co.uk.

Cara ini dipandang sebagai jalan pintas untukmendapatkan hasil yang memuaskan. Ketika ditanya prosedur apa yang ingin mereka lakukan untuk menghilangkan kelebihan berat badan, liposuction menduduki peringkat pertama (34 persen), diikuti gastric bypass atau semacam prosedur mengecilkan lambung (26 persen), memotong kalori (14 persen), dan tummy tuck (8 persen). Adapun perempuan yang memilih olahraga hanya 2 persen, dan 6 persennya lagi mengombinasikan diet dan olahraga.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa 26 persen perempuan tak pernah berolahraga dan lebih memilih menahan sakit pascaoperasi daripada mengunjungi gym sekali seminggu.

Secara keseluruhan, survei ini menemukan bahwa 56 persen pria dan wanita di Inggris lebih memilih kehilangan berat badan melalui operasi daripada mengurangi makan dan menambah latihan.

"Obesitas adalah isu besar di Inggris. Bangsa ini sangat ingin untuk menjadi sehat, dan kami juga perlu menjadi lebih bugar. Operasi bisa memperbaiki dengan cepat dan memberikan hasil yang hebat. Namun, cara ini tidak selalu memperbaiki kesehatan yang mendasarinya atau masalah psikologis yang timbul," ujar Christiana Clogg, pemilik situs The Good Surgeon Guide tersebut.

Menurutnya, orang yang mempertimbangkan operasi penurunan berat badan juga dapat dikatakan mengalami self-esteem yang rendah.

Senin, 29 Maret 2010

Fluktuasi Hormon Sesuai Pertambahan Usia


Hormon adalah kunci utama penggerak tubuh dan alam pikiran Anda. Hormon memainkan peran yang penting saat Anda hamil, saat Anda merasa bahagia, sedih, bahkan saat Anda mendengkur ketika tidur.

Hormon mengatur pergerakan sel-sel dalam tubuh kita, dan ia berfluktuasi seiring dengan pertambahan usia dan apa yang terjadi pada usia tersebut. Untuk beradaptasi dengan perubahan ini, Anda perlu tahu bagaimana kerja hormon tersebut.

Progesteron, yang diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal setelah ovulasi, berfungsi memelihara perkembangan sel sehat di dalam rahim. Estrogen diciptakan oleh ovarium, kelenjar adrenal, dan sel-sel lemak, dan mempersiapkan rahim untuk menerima telur tiap bulan. Testosteron dibuat oleh ovarium dan kelenjar adrenal, dan mengatur dorongan seksual. Sedangkan hormon thyroid mengontrol metabolisme.

Bagaimana semua hormon ini mempengaruhi Anda pada tahap yang berbeda dalam hidup Anda? Dapatkah Anda mengendalikan perubahan hormon ini?

Usia 20-30 tahun
Yang terjadi:
Ini adalah puncak fertilitas Anda. Pada usia ini, siklus menstruasi akan teratur. ''Level hormon mengalami perubahan drastis selama siklus menstruasi,'' ujar Prof Mary Jane Minkin, profesor klinis bidang kandungan dan kebidanan dari Yale University School of Medicine.

Desakan estradiol (salah satu bentuk esterogen) sekitar 10 hari setelah permulaan masa haid, tepat sekitar masa ovulasi, akan mendorong perasaan bahagia. Sedangkan dorongan progesteron pada paruh kedua siklus Anda dapat membuat Anda mudah tersinggung.

Tanda-tandanya:
* Libido atau nafsu (seks) berubah-ubah saat Anda menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil dan spiral. Saat ini sudah ada kontrasepsi yang menggunakan hormon alami. Jadi, lonjakan atau penurunan gairah seks Anda tidak terlalu fluktuatif.
* Penurunan tingkat kesuburan saat memasuki usia akhir 30 tahun. Jika Anda belum berusia 35 tahun dan tidak juga hamil dalam waktu satu tahun, segera temui spesialis endokrinologi. Namun jika usia Anda di atas 35 tahun, batasi waktunya hanya 6 bulan (karena semakin usia bertambah, semakin sulit kehamilan terjadi).

Solusi: Agar fungsi hormon Anda tidak terlalu naik-turun, konsumsi sayuran hijau seperti kembang kol dan brokoli. ''Dua jenis makanan ini bisa menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron, '' ujar Eva Cwynar, ahli endokrinologi dari Beverly Hills.

Usia 40an
Yang terjadi: Jadwal menstruasi Anda masih tetap sama, namun produksi hormon estrogen dan progesteron dari ovarium Anda semakin berkurang. Anda juga memasuki masa pra menopause. Pengurangan hormon itu berlangsung selama 5 tahun. Biasanya akan muncul bercak merah pada kulit, gairah seks menurun, dan lendir pada vagina mulai mengering. Gejala ini datang dan pergi. Tingkat kesuburan Anda pun terus menurun.

Tanda-tandanya:

* Berat badan bertambah. Hormon tiroid adalah penggerak metabolisme tubuh Anda. Semakin bertambah usia maka produksi hormon ini jadi berubah. Berkurangnya hormon ini akan mengurangi kerja tubuh untuk mengolah sari makanan sehingga tubuh jadi kelebihan berat.
* Gangguan tidur. Sebelumnya Anda bisa tidur selama 7 jam sehari. Namun setelah produksi hormon berkurang Anda akan sering terbangun pada malam hari, bahkan kesulitan untuk tidur.

Solusi: Cara untuk mengatasi gangguan tidur adalah dengan menggunakan suntikan hormon untuk menyeimbangkan kondisi hormon dalam tubuh.

Minggu, 28 Maret 2010

Film Sedih Bisa Memengaruhi "Mood" Janin

Menonton film bisa menjadi salah satu cara untuk refreshing, tak terkecuali untuk ibu hamil. Namun, jika bayi Anda terasa tenang dan tak bergerak saat Anda asyik menonton film yang sedih, jangan langsung gembira. Sebab, bayi yang tenang bukan berarti sedang nyaman. Bisa jadi si kecil ikut stres lantaran film yang Anda tonton tersebut.

Para ilmuwan dari Nagasaki University di Jepang mendapati bahwa bayi di dalam kandungan mampu merespons mood ibunya ketika sang ibu tengah menonton film. Dalam suatu eksperimen, janin bisa melipat lengannya ketika ibu mereka menonton film yang menghibur seperti The Sound of Music, atau menunduk ketika sang ibu menyaksikan adegan sedih dalam The Champ.

Memang para peneliti masih belum dapat mengetahui bagaimana bayi bisa mengikuti emosi ibunya, namun diduga bahwa dorongan hormon yang dipicu oleh film emosional ditransmisikan langsung ke fetus.

Penemuan yang dilaporkan hari ini di majalah New Scientist ini menambah bukti bahwa mood dan kadar stres ibu hamil dapat memengaruhi janin di dalam kandungannya. Studi yang diadakan di masa lalu menunjukkan bahwa ibu hamil yang stres memiliki risiko bayi lahir mati dan bayi lahir prematur yang lebih tinggi.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang stres juga memiliki kecenderungan dua kali lipat mempunyai IQ lebih rendah daripada rata-rata. Mereka juga cenderung hiperaktif, menderita masalah emosional, dan membangkang.

Hasil penelitian ini diperoleh dari eksperimen terhadap 10 ibu hamil yang diminta menonton klip sepanjang 5 menit dari film musikal The Sound of Music. Kemudian, ada pula 14 ibu hamil lain yang menonton klip 5 menit dari film The Champ yang menampilkan adegan ketika Ricky Schroeder menangisi kematian ayahnya.

Masing-masing klip ini diselipkan di antara dua potongan program lain yang netral, sehingga peneliti dapat mengukur setiap perubahan dalam pergerakan bayi dalam kandungan. Para ibu menonton film menggunakan earphone untuk menjamin bayi mereka tidak terpengaruh oleh suara dalam film tersebut.

Dr Kazuyuki Shinorhara, yang memimpin studi ini, menggunakan scan ultrasound untuk menghitung jumlah pergerakan lengan, kaki, dan tubuh dari bayi, sementara ibu mereka menonton klip film tersebut.

Peneliti menemukan bahwa fetus lebih sering menggerakkan lengan mereka secara signifikan ketika klip yang menyenangkan dari The Sound of Music ditonton sang ibu. Di grup lain, pergerakan tubuh janin jauh lebih sedikit daripada normal ketika ibu mereka menyaksikan adegan sedih.

Kurang Cocok Pakai PiL KB, Enaknya Pakai Apa?



Saya dan suami memakai alat kontrasepsi karena kami sudah tidak ingin menambah anak. Kami tidak mengkhawatirkan penyakit menular seksual, jadi alat kontrasepsi apa yang cocok untuk kami selain pil atau kondom, karena saya tidak nyaman dengan perubahan hormon yang diakibatkan, dan suami tidak suka memakai kondom?" (Tasya, via e-mail)

Pemakaian alat kontrasepsi memang belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat, antara lain karena beberapa ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ketika Anda sudah bisa memilih metode yang sesuai dan kebutuhan, dan merasa nyaman, barulah Anda bisa rileks dan menikmati hubungan intim tanpa khawatir terjadi kehamilan.

Menurut Hilda Hutcherson, MD, profesor klinis di bidang kandungan dan kebidanan di College of Physicians and Surgeons, Columbia University, di New York City, orang sering mengabaikan alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD (intrauterine device). Ada dua jenis IUD, yaitu alat berbentuk T yang biasanya dipakai hingga 12 tahun dan alat lain yang mengandung hormon progestin yang bisa dipakai hingga 5 tahun.

Metode lain yang sifatnya kurang permanen seperti diaphragma dan kondom sebenarnya juga cukup efektif bila digunakan dengan semestinya. Kondom memang cenderung kurang disukai kaum pria karena menyebabkan kurangnya sensasi pada penis. Namun, saat ini sudah banyak kondom dengan "kulit" yang lebih tipis, dengan ekstralateks pada bagian atasnya sehingga mampu memijat kepala penis. Hal inilah yang memberikan kenikmatan khusus bagi pria, sekaligus memberikan perlindungan untuknya.

Hutcherson mengatakan, jika Anda memang sudah yakin tak ingin menambah anak, Anda bisa menjalani sterilisasi secara permanen atau menghentikan kesuburan. Prosedurnya disebut dengan tubektomi. Hal ini umumnya disarankan untuk perempuan berusia 35 tahun ke atas karena banyak perempuan usia muda yang menyesali keputusannya belakangan.

Pada pria, prosedur ini disebut dengan vasektomi, di mana saluran sperma yang menghubungkan buah zakar dan kantong sperma dipotong sehingga tidak ada lagi bibit pada semen. Vasektomi dilakukan melalui operasi kecil oleh dokter, aman dilakukan, serta tidak mengurangi gairah seks pada pria.

Adapun pil KB efektif bila dikonsumsi oleh perempuan yang tidak merokok. Perokok yang mengonsumsi pil akan meningkatkan risiko pembekuan darah, serangan jantung, dan stroke. Dosis rendah dari alat kontrasepsi oral ini aman untuk perempuan yang sehat, bahkan sampai menjelang menopause. Metode ini bahkan memberikan beberapa manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko kanker rahim, mengurangi menstruasi yang meluap-luap, kram, dan gejala PMS lainnya.

"Saya tegaskan juga bahwa pil KB tidak pernah terlihat secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara," tukas dokter yang juga penulis What Your Mother Never Told You About S-e-x and Pleasure ini.

Karena keputusan untuk tidak menambah anak adalah keputusan berdua, sebaiknya diskusikan juga dengan suami metode yang ingin Anda gunakan untuk mencegah kehamilan.