Tampilkan postingan dengan label rahasia pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia pria. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2010

Pria Berwajah Lebar Tidak Bisa Dipercaya?

Hasil penelitian yang diadakan tim psikolog dari Universitas St Andrews, Inggris, belum lama ini menunjukkan, pria dengan bentuk wajah lebar memiliki karakter tidak bisa diandalkan atau tidak dapat dipercaya. Sebagai gambaran, pria seperti David Tennant lebih bisa dipercaya daripada juri American Idol Simon Cowell.

Penelitian ini melibatkan sejumlah pria untuk mengikuti gim komputer dengan tujuan mendapatkan uang. Permainan ini memberikan ruang bagi pesertanya untuk saling mempercayai partisipan atau bahkan mengeksploitasi rekannya.

Ketika permainan tersebut akan dimulai, setiap peserta ditunjukkan foto wajah tanpa ekspresi partisipan lain. Setiap peserta harus memilih partisipan mana (berdasarkan foto tersebut) untuk kemudian dijadikan rekan yang dipercaya menggunakan uang atau tidak. Tujuan akhirnya adalah mengejar sejumlah hadiah uang, dengan kerja tim.

Kepala peneliti Michael Stirrat mengatur permainan tersebut untuk menyelidiki apakah ada hubungan antara persepsi tentang kepercayaan dengan perilaku. Hasilnya, ditemukan bahwa sejumlah pria partisipan lebih percaya untuk memberikan uang kepada pria berwajah lebih tirus.

Stirrat mengatakan, pada umumnya masyarakat membuat penilaian instan kepada orang asing, apakah harus mempercayainya atau waspada terhadapnya. Penelitian terhadap sejumlah pria ini mencoba membuktikan basis atas persepsi masyarakat tersebut.

Yang perlu disimak adalah, teori evolusi seleksi seksual memprediksikan wajah pria memberikan sinyal apakah dia dominan secara fisik, dan kemungkinan mengeksploitasi. Hasil penelitian ini membuktikan pria dengan wajah lebih lebar memiliki kecenderungan mengeksploitasi kepercayaan dari orang lain, dengan tujuan mendapatkan uang untuk dirinya sendiri.

Meski begitu hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan akhir, karena penelitian masih berlanjut. Menurut Stirrat hasilnya memang penting namun perlu juga dipahami bahwa tak selamanya pria berwajah lebar itu jahat. Pada jenis permainan lain, pria berwajah lebar lebih cenderung mengorbankan uangnya untuk orang lain.

Penilaian ini tak berhenti sampai di sini. Namun menurut si peneliti, fakta yang muncul adalah pria berwajah lebar punya dua kecenderungan pilihan. Pria dengan ciri fisik ini memiliki kapasitas untuk menjalani jalur kriminal dan atau aparat penegak hukum. Sederhananya: menjadi penjahat, atau polisi.

Cara Pria Bersaing untuk Mendapat Perhatian Wanita

Definisi cantik bisa beragam, setiap orang punya kriterianya. Namun, apa pun kriterianya, Anda bisa mengenali pria yang tertarik dengan Anda dari perubahan perilakunya.

Sebuah penelitian psikologi dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia, menunjukkan bahwa pria lebih aktif menunjukkan siapa dirinya meski harus mengambil risiko lebih tinggi untuk mendapat perhatian dari wanita.

Saat melihat wanita cantik, pria secara spontan mengubah perilakunya, meski harus bertindak memalukan, bahkan mencelakakan dirinya. Perubahan perilaku pria ini didorong oleh peningkatan hormon testosteron dalam dirinya.

Professor Bill von Hippel selaku kepala peneliti mengatakan bahwa pria memiliki perjalanan sejarah, yakni bersaing dengan kaumnya untuk mendapatkan perhatian perempuan. Tujuan dari kompetisi ini adalah mencari pria pemenang yang berhak mendapatkan pasangan untuk memenuhi kebutuhan reproduksi dan melanjutkan keturunan.

Ketika berkompetisi (untuk mendapatkan perempuan), pria akan menunjukkan kehebatannya, kekuatan fisik, dan keberanian untuk menghadapi pesaing, tak peduli apa pun risikonya. Realitasnya, perjalanan sejarah pria ini masih eksis di zaman modern. Pria masih berlomba pamer kekuatan untuk mencuri perhatian wanita cantik.

Hal ini bisa dibuktikan dari hasil penelitian yang melibatkan para pria pemain skateboard. Tim peneliti melibatkan pria dan wanita sebagai penonton sebuah pertunjukan skateboard.

Tes ini menunjukkan, ketika pria pemain skateboard disaksikan oleh sejumlah wanita cantik, mereka mulai lebih aktif menunjukkan manuver tajam yang bahkan mengancam keselamatan diri mereka. Berbeda kondisinya ketika penontonnya adalah sejumlah pria. Penelitian ini juga mengukur level peningkatan testosteron pada pria ketika beraksi di hadapan perempuan.

Jadi, tak sulit mengenali pria yang tertarik dengan Anda. Lihat saja polah tingkahnya, apakah mulai aktif mendekati Anda, baik dengan cara berlebihan maupun normal. Hal ini menjadi pertanda bahwa Anda tengah menjadi pusat perhatiannya.

Minggu, 28 Maret 2010

Membaca Pikiran Pria

Pria bukanlah makhluk yang bisa menyampaikan maksud mereka dengan jelas. Mereka tidak fasih dalam mengartikulasikan kata-kata sehingga sering kali makna yang ditangkap dari kata-kata mereka amat sulit untuk diartikan. Itulah mengapa perbincangan yang hangat tiba-tiba bisa berujung jadi pertengkaran. Sebabnya? Anda salah mengartikan maksud dari perkataannya.

Di bawah ini ada kata-kata yang sering dilontarkan pria lengkap beserta dengan maksudnya.

1. Dia bilang: Kapan-kapan kita jalan bareng, yuk?
Maksudnya: Dia ingin mengajak Anda bersantai, tapi takut Anda tolak.

2. Dia bilang: Nanti aku telepon, yah!
Maksudnya: Belum tentu dia akan menelepon Anda. Ia akan telepon jika dia ingat atau kalau nomor telepon yang Anda beri tidak hilang.

3. Dia bilang: Mantanku sudah gila.
Maksudnya: Ia telah mencampakkan mantannya dan mantannya marah.

4. Dia bilang: Cowok itu sepertinya akrab banget sama kamu.
Maksudnya: Ia ingin tahu apakah Anda punya hubungan khusus dengan pria yang dekat dengan Anda itu.

5. Dia bilang: Itu cerita lama, kok.
Maksudnya: Kisah masa lalunya menyakitkan.

6. Dia bilang: Kamu tampil beda.
Maksudnya: Anda terlihat aneh dan mengerikan.

7. Dia bilang: Kenapa kamu jadi marah?
Maksudnya: Dia mengira Anda memiliki gangguan pikiran dan berubah jadi psiko.

8. Dia bilang: Bukan itu maksudku.
Maksudnya: Ia bersungguh-sungguh (jujur) mengatakan hal itu. Namun karena Anda marah, ia berharap tidak pernah mengatakan hal itu kepada Anda.

9. Dia bilang: Enggak masalah, kok.
Maksudnya: Hal ini merupakan masalah baginya dan dia tidak sedang ingin membahasnya.

10. Dia bilang: Nanti saja dibicarakan lagi.
Maksudnya: Dia tidak ingin membicarakan hal itu lagi sampai kapan pun.