Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

Musik sebagai Pengiring Bercinta

Musik memang membuat hidup lebih hidup, tak terkecuali seks. Walau belum banyak penelitian yang dilakukan tentang pengaruh musik terhadap seks, beberapa seksolog, terutama yang berkecimpung dalam bidang terapi, cukup yakin, musik mampu memengaruhi kinerja seks manusia. Beberapa ahli lain, yang lebih berhati-hati, hanya menyatakan bahwa jenis musik tertentu bisa memengaruhi suasana yang membangkitkan mood bercinta. Tapi, yang jelas, beberapa penelitian menemukan, rangsangan auditif (hal yang berhubungan dengan indera pendengaran) merupakan salah satu yang bisa membangkitkan hasrat bercinta manusia. Musik seperti apa sih, pilihannya?

Musik keras
Kalau Anda berpikir musik yang bisa membangkitkan gairah adalah musik-musik pelan, seperti lagu klasik atau lagu cinta, Anda mungkin terlalu banyak menonton film Hollywood. Soalnya, musik yang bisa meningkatkan dorongan seksual justru musik-musik yang keras dan berdentam-dentam.

Tracy Erb, seksolog dari Amerika Serikat, menyatakan, suara keras berhubungan dengan hasrat seks. "Persentase responden yang berhubungan seks setelah mengunjungi diskotek atau konser musik rock lebih besar ketimbang responden yang mengunjungi konser jazz atau musik klasik," katanya.

Fenomena ini, menurut Erb, merupakan "tanggung jawab" bagian tertentu dari indera pendengaran manusia. Dalam rongga telinga ada suatu bagian yang disebut sacculus, yang bereaksi bila menerima rangsang suara yang keras dan ingar bingar. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat emosi di otak, yang diterjemahkan sebagai sesuatu yang menyenangkan. "Karena itu, sekali-sekali ajaklah pasangan ke diskotek atau konser musik rock agar gairahnya bangkit," saran Erb.

Musik lembut
Lee Barger, seorang kritikus musik dan DJ berpengalaman di sebuah stasiun radio, menyatakan pendapat yang sedikit berbeda dari Erb. "Banyak orang yang lebih menyukai musik-musik berirama lembut sebagai pilihan teman bercintanya," kata Gardner. Pendapat itu didasarkan pada pengalaman-pengalaman ketika masih siaran lewat tengah malam. "Banyak permintaan lagu-lagu pelan, khususnya lagu Barry White," katanya. Selain Barry White, ada beberapa lagu berirama pelan yang dibawakan pria penyanyi lain yang juga banyak digemari.

Tapi, kenapa pilihannya penyanyi pria? "Para penyanyi itu terdengar benar-benar jatuh cinta ketika membawakan lagu-lagunya dan itu bisa membuat perasaan pendengarnya terhanyut," kata Gardner. Selain itu, Gardner berpendapat, mendengar suara penyanyi pria juga memiliki efek tertentu pada pasangan. Mereka bisa memproyeksikan dirinya pada pesona yang dimiliki penyanyi-penyanyi itu.

Tergantung selera
Lalu, lagu mana yang harus Anda pilih? Penelitian-penelitian dalam bidang psikologi yang mengulik hubungan antara musik dan emosi atau perilaku membuktikan, pengaruh musik juga tergantung dari selera dan pengaman seseorang dengan musik itu. Misalnya, jika sebuah lagu mengingatkan pada pengalaman patah hati, lagu itu malah akan membuat Anda sedih. Jadi, pilihlah musik, bukan musik yang menimbulkan trauma pada diri Anda dan pasangan.

Erb menambahkan, dengan data yang ada, musik semata tidak dapat dianggap sebagai pembangkit gairah. "Musik hanya salah satu elemen penunjang yang dapat menambah hidup aktivitas seks," paparnya. Menurut Erb, yang terpenting adalah rasa kebersamaan secara psikis dan kedekatan fisik. Musik juga bisa dijadikan sarana menciptakan suasana rileks dan nyaman. Seorang terapis musik, Monty P Satiadarma, menyarankan untuk mendengarkan musik instrumentalia alias musik tanpa syair dan tidak keras sebagai soundtrack acara bercinta Anda.

Meskipun musik bisa membangkitkan gairah seksual, perlu Anda ingat, jika aktivitas seks melibatkan banyak sekali gerakan, cobalah mengadaptasikan musik dengan volume yang membuat Anda dan pasangan merasa nyaman dan memungkinkan Anda masih bisa mendengarnya mengerang.

Lagu-lagu seksi:
Ne-Yo: Sexy Love, R Kelly: Sex Me, Janet Jackson: That's The Way Love Goes, Boyz II Men: I'll Make Love to You, Usher: Nice and Slow, Marvin Gaye: Let's Get it On, Nelly Furtado feat. Timbaland: Promiscuos, Toni Braxton: You're Makin' Me High, Taylor Swift: Fifteen, Black Eyed Peas: Pump It, Li'l Wayne: Lollipop, 50 Cent feat. Olivua: Candy Shop, Sade: By Your Side, Mariah Carey: Touch My Body.

Selasa, 30 Maret 2010

Ketika Suami Ternyata Penyuka Seks Oral

"Saya baru menikah beberapa bulan lalu. Meski sudah melalui proses berpacaran yang cukup lama, saya bisa dibilang buta sama sekali soal kebiasaan atau kecenderungan seks suami. Setelah menikah itulah saya baru tahu bahwa suami saya menyukai seks oral. Saya tidak masalah, tetapi hanya khawatir. Apakah seks oral bisa menyebabkan penyakit? Mengingat penis adalah alat kelamin yang cenderung kotor karena mengeluarkan urine." (Surat dari Shilla, Cikini)

Kalau Anda menyebutkan alat kelamin cenderung kotor, itu salah. Demikian menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes (MMR), konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta. Alat kelamin, baik pria maupun wanita, bisa membersihkan dirinya sendiri, tapi tentu saja sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya bekas kencing. Kotoran yang ada bisa bersih sendiri.

Jadi kalau melakukan seks orang tidak perlu takut terhadap air kencing karena umumnya sudah tebersihkan lebih dulu. Namun, jangan lupa untuk memerhatikan kebersihan daerah di luar alat kelamin, seperti daerah pubis, sela-sela paha, dan sekitar anus. Caranya mudah. Mandilah yang bersih serta gunakan sabun yang baik dan lembut. Ingat juga, kalau sedang ada masalah di mulut, misalnya sedang sakit gigi, radang gusi, sariawan, dan sebagainya, jangan melakukan seks oral, apalagi kalau kelaminnya terkena penyakit kelamin. Kenapa? Hal itu bisa menularkan penyakit.

Trik Membangkitkan Seks Pasca-Melahirkan

Peran ibu memang lebih kompleks dari sekadar multitasking. Perempuan terlatih membagi waktu dan perhatiannya sebagai istri, ibu, dan diri sendiri. Apalagi jika urusannya sudah menyangkut anak, kaum ibu menjadikan sang buah hati sebagai prioritas utama. Lantas bagaimana dengan romantisme, apalagi kehidupan seks dengan suami pasca-melahirkan?

Penulis buku The Mominatrix’s Guide to Sex, Kristen Chase, menyarankan sebaiknya lakukan sejumlah pendekatan untuk menjaga kehidupan seks. Ada beberapa cara praktis untuk menggairahkan kembali hasrat seks pasca-melahirkan:

1. Lupakan aturan seks pasca-melahirkan setelah enam minggu

Ada anggapan bahwa, enam minggu setelah melahirkan, vagina mulai normal dan kondisi fisik sudah siap untuk memulai aktivitas seks kembali. Sejumlah perempuan memang bisa pulih dalam waktu enam minggu. Namun, kebanyakan perempuan tidak mengalami hal ini. Jangan bandingkan kondisi Anda dengan yang lain karena setiap orang memiliki pengalaman berbeda. Kesiapan fisik bukan satu-satunya faktor untuk kembali beraktivitas seks. Kesiapan emosi dan intimasi juga memengaruhi kapan Anda kembali mengambil peran sebagai istri dalam hubungan seks dengan suami.

2. Suami-istri perlu menjaga kedekatan emosi
Setiap hari, kesibukan mengurus anak, rumah tangga, dan pekerjaan akan terus berulang. Akan lebih mudah jika Anda dan suami saling memberikan perhatian setiap hari. Cami Zimmer, pakar hubungan berpasangan di Minneapolis, mengatakan bahwa kedekatan emosi bisa dibangun oleh suami-istri. Misalkan, di tengah kesibukan, suami-istri membiasakan untuk selalu saling menatap, tersenyum, berciuman yang bukan sekadar pamitan saat berangkat kerja, dan berpegangan tangan. Gestur sederhana ini memberikan efek kedekatan, rasa aman, dan rasa tak sendirian.

3. Hubungan harmonis hanya untuk anak Anda
Ayah dan ibu yang bahagia memberikan perasaan aman bagi anak-anak. Untuk menciptakan hubungan suami-istri bahagia, bagian utamanya adalah menjaga hubungan seks agar tetap bergairah. Jika fokus utamanya adalah anak-anak, maka hubungan seks dengan pasangan akan lebih memiliki tujuan. Niatan kuat untuk selalu terlihat positif di mata anak-anak menjadi alasan yang tak terbantahkan bagi suami-istri untuk lebih sering menjaga intimasi, dengan hubungan seks tentunya.

4. Buatlah tantangan seks dan berikan target
Menetapkan target juga bisa diterapkan dalam frekuensi hubungan seks. Sepakati dengan suami untuk membuat tantangan seks, baik dari frekuensi berhubungan maupun gaya hubungan seks. Cara ini bisa membantu pasangan meningkatkan gairah seksnya. Artinya, tak melulu harus berhubungan badan setiap hari, tetapi bisa juga dengan memakai lingerie yang cantik saat mau tidur atau memuji tubuh suami yang terlihat masih terlatih. Sempatkan juga menonton pertunjukan yang "seksi" bareng suami. Tantangan seks ini bisa membangun Anda dan pasangan.

5. Lakukan hal spontan
Melakukan hal spontan untuk keluar dari rutinitas sehari-hari tak melulu harus sesuatu yang besar dan makan biaya, misalnya bulan madu kedua ke Bali. Zimmer menyarankan untuk melakukan hal spontan yang lain dari biasanya. Pergilah ke supermarket bersama pasangan, beli bahan makanan, dan coba resep baru di rumah. Menjalani aktivitas di luar kebiasaan bisa menyenangkan atau malah menimbulkan masalah. Ini tergantung cara Anda dan pasangan dalam menyikapinya. Prinsipnya, luangkan waktu bersama untuk berbagi momen yang membangun intimasi.

6. Berilah perhatian kepada diri sendiri
Anda pasti memiliki definisi sendiri untuk perawatan diri, yaitu mendatangi pusat kebugaran, ke salon untuk mani-pedi, atau bermain futsal bersama teman-temannya (untuk suami). Apa pun bentuknya, luangkan waktu untuk diri sendiri. Chase mengatakan bahwa cara Anda dalam menghargai dan merasa nyaman dengan diri sendiri akan memengaruhi aktivitas seks dengan pasangan. Jadi, selalu berikan ruang bagi pasangan untuk menikmati waktunya sendiri.

7. Jadwalkan kencan menjelang malam

Kencan bagi orangtua menjadi penting untuk meningkatkan kedekatan emosi, tak melulu dengan makan malam bersama dan menitipkan anak ke orangtua. Coba lakukan kencan di rumah setelah anak-anak tidur, mandi bersama, bermain games yang Anda berdua sepakati, menyewa film kesukaan, lalu duduk berdampingan dengan sedikit pelukan dan sentuhan kecil; lebih sederhana bukan?

8. Selalu komunikasi dengan pasangan
Anda dan pasangan tidak akan pernah menemukan kesesuaian mengenai apa yang Anda butuhkan tanpa adanya komunikasi. Lakukan komunikasi sesering mungkin, termasuk dalam hubungan seks. Katakan apa yang membuat Anda bergairah atau tidak bergairah. Ketika Anda terlalu lelah mengurus anak dan rumah, dan suami kurang memberi perhatian untuk membantu, katakan saja. Soalnya, ketika kelelahan, Anda juga menjadi tidak mood untuk melakukan aktivitas seksual.

6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

"I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don't mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don't mean I'm in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it..."

Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah, dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya, karena ia menyukainya.

Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics' Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu, dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).

Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya, dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.

Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.

"Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja," ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.

Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:

1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan, karena seringkali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Bila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?

2. "Nyambung" secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria seringkali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan seringkali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimana pun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan, sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak padanya.

4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut, dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu "bersemangat". Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.

5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria seringkali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagipula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.

6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprei yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

4 Ciuman Sehari Bikin Perkawinan Tetap "Hot"

Apa kunci perkawinan yang bahagia? Survei yang digelar situs perencanaan pernikahan di Inggris, www.confetti.co.uk, menunjukkan resepnya: berbagi hobi, berciuman empat kali dalam sehari, mengatakan "I love you" setiap hari, dan menikmati dua kali dinner romantis dalam sebulan.

Para peneliti juga mendapati bahwa pasangan yang hidup bersama hingga dipisahkan kematian biasanya bertemu melalui teman-teman, dan menikah setelah 3,5 tahun berpacaran. Wow...!

Survei yang melibatkan 3.000 orang menikah ini memang dirancang untuk menemukan rahasia menjaga keharmonisan rumah tangga. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak komponen yang menghasilkan perkawinan yang sempurna, termasuk selisih usia ideal, lama pacaran, dan waktu untuk menikah," ujar Carol Richardson, dari Confetti.co.uk.

Dari survei tersebut juga terlihat bahwa pasangan menikah pada usia yang lebih matang, sebagian disebabkan karena perempuan mendahulukan kariernya saat ini. Akibatnya, kehidupan percintaan dan pernikahan menjadi hal kedua yang mereka pikirkan.

Mengenai selisih usia ideal, usia pria yang lebih tua masih dianggap lebih aman, karena biasanya secara emosional dan finansial mereka sudah lebih stabil. Pernikahan yang paling panjang usia adalah jika pihak pria menikah pada usia 31 tahun (dan dua tahun tiga bulan lebih tua dari pasangannya).

"Ketika masa-masa pengantin baru berlalu, studi menunjukkan betapa pentingnya menjaga percikan cinta dengan mencium, memeluk, dan kencan romantis secara teratur," lanjut Richardson.

Percikan cinta bisa terus dihidupkan dengan saling berhubungan tiap hari (meskipun masing-masing sedang berada di kantor), entah melalui telepon, SMS, atau email. Mengungkapkan rasa sayang dengan kata "I love you", berpelukan di sofa tiga malam dalam seminggu, dan bercinta tiga kali seminggu, juga amat dibutuhkan.

Namun resep paling sederhana yang ditemukan dalam survei ini adalah, pasangan memiliki dua hobi yang sama. Dengan demikian, masing-masing bisa tetap bersosialisasi dengan teman-temannya, dua kali dalam sebulan.

Anda ingin mencoba?